JENIS KARANGAN DAN CONTOH nya
1.
NARASI:
Bentuk karangan yang
isinya cerita atau kisah sesuatu (orang atu hewan) secara kronologis.
Contoh
narasi :
Aku
tersenyum sambil mengayunkan langkah. Angin dingin yang menerpa, membuat kaku
tulang-tulang di sekujur tubuhku. Kumasukkan kedua telapak tangan ke dalam saku
jaket, mencoba memerangi rasa dingin yang terasa begitu menyiksa. Handphoneku
tiba-tiba berdering, ternyata ada sms masuk, sms dari kekasihku, “Bunga, kamu
sudah sampai mana? ”Aku telah menunggumu di tempat makan yang kita janjikan
kemarin sore!” aku pun segera bergegas, berlari ke tempat
pemberhentian angkutan umum untuk menemui kekasihku. Selalu terbayang wajahnya,
perasaan rindu yang dalam, sudah tidak terbendung lagi, ingin segera aku sampai
dan memeluknya.
2.
DESKRIPSI
Karangan ini berisi
gambaran mengenai suatu hal/ keadaan sehingga pembaca seolah-olah melihat,
mendengar, atau merasakan hal tersebut.
Contoh
deskripsi berisi fakta:
Keramaian
di Alun-alun Garut
Udara
sejuk dan cuaca yang cerah pagi itu, dimanfaatkan masyarakat untuk berolah raga
senam di alun-alun Garut , disana banyak pohon yang rindang sebagai tempat
untuk berteduh, kicau burung menambah suasana ramai, tempat yang bersih dan
nyaman membuat orang-orang berdatangan silih berganti ke alun-alun Garut.
Banyak masyarakat yang beraktivitas di sekeliling alun-alun Garut, seperti
berjualan asongan , berjualan es kelapa, dan menjajakan makanan lainnya juga,
senantiasa mereka menunggu para pembeli ,ada yang unik disana terlihat seorang
pria yang membuat kereta mini yang ditarik oleh domba, dan kereta ini hanya
dapat ditunggangi oleh anak-anak saja.Alun-alun Garut merupakan pusat kota
Garut, oleh karena itu, semua jenis angkutan umum melewati alun-alun , berderet
panjang menunggu penumpang. Ada sebuah sekolah depan alun-alun namanya SMA 11
Garut, setiap jam pulang sekolah, alun-alun dijadikan tempat bercengkrama dan
bersenda gurau oleh siswa dari beberapa sekolah.
Contoh deskripsi berupa
fiksi:
Salju
tipis melapis rumput, putih berkilau diseling warna jingga; bayang matahari
senja yang memantul. Angin awal musim dingin bertiup menggigilkan,
mempermainkan daun-daun sisa musim gugur dan menderaikan bulu-bulu burung
berwarna kuning kecoklatan yang sedang meloncat-loncat dari satu ranting ke
ranting yang lain.
3.
EKSPOSISI:
Karangan ini berisi
uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi informasi atau
pengetahuan tambahan bagi pembaca. Untuk memperjelas uraian, dapat dilengkapi
dengan grafik, gambar atau statistik.
Contoh:
Manfaat Kegitan
Ekstrakulikuler
Pada
dasarnya kegiatan ekstrakulikuler merupakan suatu kegiatan tambahan yang
diadakan di sebuah sekolah, banyak orang yang beranggapan bahwa kegiatan ini
tidak penting, membuang waktu dan kita dapat tertinggal dalam pelajaran sekolah
apabila mengikuti kegiatan ini, namun dibalik itu , kegiatan ekstrakulikuler
menyimpan banyak manfaat yang berguna untuk siswa.Kegiatan EksKul singkatnya ,
bermanfaat guna meningkatkan daya kreatifitas siswa dalam segala hal, dan mampu
mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki oleh siswa, misalnya kegiatan
Ekskul Seni Tari , siswa yang senang menari tentu akan masuk atau memilih
EksKul ini dan mampu mengembangkan bakat dan minatnya ia tidak akan
malu untuk menunjukan bakat yang dimilikinya, karena ia merasa memiliki sebuah
grup atau tempat dimana ia dapat menonjolkan bakatnya. Dengan adanya kegiatan
ini pula pembimbing akan mudah menyeleksi atau memilih siswa yang bisa
mengikuti suatu perlombaan kejuaraan.
Contoh Eksposisi proses:
Cara mencangkok tanaman:
1.
Siapkan pisau, tali rafia, tanah yang subur, dan sabut
secukupnya.
2.
Pilihlah ranting yang tegak, kekar, dan sehat dengan diameter
kira-kira 1,5 sampai 2 cm.
3.
Kulit ranting yang akan dicangkok dikerat dan dikelupas sampai
bersih kira-kira sepanjang 10 cm.
4.
ARGUMENTASI:
Karangan ini bertujuan
membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan dengan data/ fakta sebagai
alasan/ bukti. Dalam argumentasi pengarang mengharapkan pembenaran pendapatnya
dari pembaca. Adanya unsur opini dan data, juga fakta atau alasan sebagai
penyokong opini tersebut.
Contoh:
Teknologi Komunikasi harus
segera dikuasi
Seiring dengan perkembangan
zaman seperti yang kita rasakan saat ini, teknologi komunikasi sangat penting
dalam kehidupan dan harus kita kuasai. Mengapa demikian? Karena, dengan kita
telah menguasai teknologi komunikasi, kita mampu berkomunikasi secara global
atau mendunia. Ada berbagai produk teknologi baru, seperti satelite, komputer
pribadi, printer laser, scanner, telefon seluler,
laptop, internet, LAN, HTML, camera digital, USB Flash
Disk, dsb telah banyak memberi kontribusi dalam kemajuan bidang komunikasi saat
ini. Teknologi internet telah merubah cara orang berkomunikasi,
misalnya, melalui Email. Email merupakan kunci utama perubahan cara
berkomunikasi. Dengan hanya mempunyai satu alamat email, kita dapat mengikuti
berbagai model komunikasi yang ada di Internet. Beberapa model komunikasi itu,
diantaranya : Forum, Milis/Group, Situs jejaring sosial, Blog, Situs sharing
file, E-learning menggunakan teleconference. Saat ini
manusia sangat memanfaatkan penemuan-penemuan teknologi yang ada di segala
bidang, sehingga kemajuan teknologi itu memang saat penting bagi manusia,
terutama di bidang komunikasi. Oleh sebab itu sangat diharapkan akan adanya
kemajuan teknologi yang dapat menunjang perkembangan positif.Peningkatan
kualitas hidup semakin menuntut manusia untuk melakukan berbagai aktifitas yang
dibutuhkan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya.
Teknologi komunikasi yang perkembangannya begitu cepat secara tidak
langsung mengharuskan manusia untuk menggunakannya dalam segala aktivitas.
5.
PERSUASI:
Karangan ini bertujuan
mempengaruhi pembaca untuk berbuat sesuatu. Dalam persuasi pengarang
mengharapkan adanya sikap motorik berupa motorik berupa perbuatan yang
dilakukan oleh pembaca sesuai dengan yang dianjurkan penulis dalam karangannya.
Contoh
persuasi:
Katakan tidak pada
NARKOBA
Seperti yang kita ketahui
bahwa Narkoba sangat berbahaya bagi tubuh.Narkoba (singkatan dari Narkotika,
Psikotropika dan Bahan Adiktif berbahaya lainnya) adalah bahan/zat yang jika
dimasukan dalam tubuh manusia, baik secara oral/diminum, dihirup, maupun
disuntikan, dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang.
Narkoba dapat menimbulkan ketergantungan (adiksi) fisik dan
psikologis. Kebanyakan zat dalam narkoba sebenarnya digunakan untuk
pengobatan dan penelitian.Tetapi karena berbagai alasan, mulai dari
keinginan untuk coba-coba, ikut trend/gaya, lambang status sosial,
ingin melupakan persoalan, dll. Maka narkoba kemudian disalahgunakan.
Penggunaan terus menerus dan berlanjut akan menyebabkan ketergantungan atau
dependensi, disebut juga kecanduan. Biasanya penyalahgunaan ini diawali dengan
coba-coba, senang-senang, menggunakan pada saat keadaan tertentu,
penyalahgunaan dan ketergantungan. Penyalahgunaan narkoba
mengakibatkan gangguan fisik dan psikis. Semua tergantung jenis narkoba yang
dipakai, cara penggunaan dan lamanya penggunaan. Gangguan itu yang terjadi
antara lain; kerusakan otak, gangguan hati, ginjal, lambung, paru/pernafasan,
jantung dan pembuluh darah, penularan HIV/AIDS melalui jarum suntik yang
dipakai bergantian, kelumpuhan otot, gangguan neurologis, kehamilan, kelainan
hormon, dan kanker. Sementara gangguan psikisnya adalah; sikap yang apatis,
euforia, emosi labil, depresi, kecurigaan yang tanpa dasar, kehilangan kontrol
perilaku sampai mengalami sakit jiwa. Akibat fisik dan psikis adalah kurang
bisa berhubungan sosial dengan orang lain, merugikan orang lain, contoh:
perkelahian, kecelakaan lalu lintas. Oleh sebab itu lah, Saya mengingatkan agar
generasi muda menjauhi narkoba. Jangan sekali pun mencoba jika tak ingin
terjerumus lebih dalam. ”Banyak hal positif yang bisa kita buat, karena, Narkoba
akan membunuh penggunanya pelan-pelan”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar